hujan, si muka dua

July 25, 2009 § 9 Comments

ini tulisan kedua di blog ini. Aduh gege, kenapa baru nulis lagi sekarang? *maaf semuanya* hehe

hari ini hari ke 25 di bulan juli, tahun 2009. Saya sendirian di rumah seluas 600 meter persegi ini, lil bit scary, but oke that’s oke..that’s not the problem.

hujan daritadi turun aja ga berenti..dan gw sendirian aja gitu di rumah. agak miris. kesepian, dingin, hufh. Entah kenapa tiba-tiba terlintas bahwa hujan itu bermuka dua. Kenapa bermuka dua? These are the reasons:

First of all, the rain itself, bisa membuat kita ngerasa damai, tentram..Baunya, entah kenapa banyak orang suka dengan bau dari Hujan. Perasaan yang ditimbulkan hujan tuh kayak menggiring kita untuk tidak lagi marah, melupakan penat, dan seperti totally damai.Hujan juga bisa membuat kita yang sedang dirundung penat menjadi tersenyum kembali. Seperti obat bius yang turunnya langsung dari atas, ya, dari atas. Tempat di mana banyak manusia mengasumsikan ATAS sebagai tempatnya tuhan.

tapi ternyata hujan juga punya sisi buruknya. Loh kenapa? Yaiyalah. Ini sih cuma perasaan gw aja..untuk beberapa orang, include me, rain itself itu bisa lead us to the worse situation. Yang bisa membuat kita jadi kesepian, tiba-tiba kangen akan seseorang, dan bergumam “Coba dia ada di sini yah”.Hujan juga bisa mengiris jiwa bagi mereka yang sedang dirundung sepi. Yah begitulah

tapi after all, apapun yang dia akibatkan, hujan selalu turun. Tanpa pandang bulu, tanpa mengenal keluhan kita, rasa syukur kita, apapun, hujan tetap turun.

Yah begitulah…

Advertisements

§ 9 Responses to hujan, si muka dua

  • lukman says:

    hmmmm, hujan tetap hujan, membersihkan udara dari debu-debu polusi, membasahi tanah dan membekali kantung air jauh di bawah sana, dinanti sawah dan ladang yang terhampar kehausan….

    dan manusia bisa saja menyembunyikan isak tangis di bawah hujan, menghirup damai dari gerimisnya, menjadikannya inspirasi puisi atau postingan blog *ehem uhuk*, melihatnya sebagai teguran alam atas pelbagai hal…

    ah banyak ya

    kalo kata gw sih, “muka” hujan lebih banyak dari yang pernah kita duga..

    ah nice posting, well done
    keep posting, bro ^_^ *elah kek apa aja*

  • dhodie says:

    Jujur gue suka dengan tulisan elo. Kayak lepas dan spontan nulisnya, jadi terasa jujur dan apa adanya.

    Tapii kalo hujan bikin elo sedih siy, jangan salahin ujannya tapi salahin sisi sentimentil elo 😛

    • gegepoweranger says:

      aduh kepala suku memuji newbie….jd tersanjung saya (blushing)

      ya kan ini nulis nya hujan muka dua, bukan gege banyak muka..hahaha…

  • itha says:

    gegeeeee,,buat itha sendiri hujan emang bikin tenang.bikin inspirasi buat bikin puisi atau karya” tulis lainnya.bahkan kadang jadi pengen gambar.itha senyum” baca tulisan gege :p karena yg gege tulis itu mirip dgn apa yg ada di dlm pikiran itha hehehe
    suara hujan yg jatuh ke bumi itu yg bikin adem hehe trus bau dari hujan itu.tp paling bete klo ujan jd pengap dan lagi kalo banjir.kotoran kebawa kmn” ya ga bisa nyalain ujan jg sih.salain manusia buang sampah sembarangan heheh
    anyway i like it.tyvm 🙂 cheers

    • gegepoweranger says:

      haha iya iya.i know..after i wrote it, yesterday, i dont need much time to think that im gonna show you this post. ASAP. lol
      sama-sama tha..makasih juga uda mau komentar di tulisan yang agak-agak g penting ini hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading hujan, si muka dua at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: