deBlogger Berbagi di Bulan Suci

September 8, 2009 § 42 Comments

Bulan puasa atau bulan ramadhan memang dekat dengan ceramah, kolak, esbuah, buka puasa bersama, dan tarawih. Tapi jangan salah, bulan yang paling suci di antara bulan-bulan lain ini juga bulan yang paling tepat untuk kita beramal.

Yap, sesuai dengan judulnya. Kali ini gw melakukan sebuah kegiatan bakti sosial, bersama kawan-kawan dari deBlogger (Komunitas Blogger Depok). Untuk kalian yang biasa melakukan baksos di bulan ramadhan, pasti sering dong denger SAHUR ON THE ROAD, atau BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM. Ya kan? Pasti iya..karena entah kenapa itu hal umum yang terjadi di bulan ramadhan. Tapi, berbeda dengan kita. Karena kita memang beda. Dan beda itu kita. *idih apa sih*.

Pada tanggal 5 September 2009 lalu, atau hari Sabtu minggu lalu, kami seluruh Keluarga Besar deBlogger (komunitas blogger depok) dengan hati tulus ikhlas, berpanas-panas ria ber motor-motoran ria, kami mengarungi sepanjang jalan Tanah baru,  Sawangan, Parung, hingga tiba di Jalan raya pondok petir, untuk mengunjungi sebuah Panti Wreda di sana.

For you those who doesn’t know apa itu Panti Wreda, nama lain nya itu Panti Jompo bang. Cuma karena Jompo itu sendiri agak negatif, jadi ya namanya jadi Panti Wreda.

Panti Wreda yang terletak cukup jauh dari depok ini, didiami 18 oma dan opa.  Ya, seperti yang kalian bayangkan. Mereka sudah tua, berumur, dan gw sendiri ngerasa kasian. Karena mereka kesepian, ga punya temen. Pertama kami datang juga mereka cuma duduk, termangu, ngeliatin rombongan kita yang mungkin nyampe 20an orang. Sempet bingung sih gimana caranya bisa blend sama mereka. Tapi…..

Setelah ada sedikit perkenalan satu sama lain, yaaa kita yang muda-muda memperkenalkan diri gitu deh, lalu gantian mereka, ada yang masih bisa ngomong, ada yang udah susah ngomong *kasian yah*, ada yang ngomongnya pake bahasa inggris *sumpah gw kalah* dan ada juga yang ngomongnya pake bahasa china *wo ai niiii*. Sampe di situ sih suasana masih kaku ya, sekaku gua kalo ketemu cewe cakep *hahaha*. Lalu sehabis itu, beraksilah abang eka dan mpok nira, duo gitaris dan biduan kita menggoyang panti wreda.  Nah mulai dari situ deh semua nya bisa nge-blend. Dari mulai lagu ebiet yg gua ga kenal, Sepanjang jalan kenangan yang selalu jadi lagu wajib, dan lagu kemesraan yang dinyanyikan dengan mesra..aw aw aw. Bahkan gua sempet berdansa berdua dengan salah satu oma di sana..aw, sungguh pengalaman yang hebat. Lebih hebat daripada dansa dengan megan fox. Setelah itu sesi dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial secara simbolis oleh ketua acara yaitu ibu MIRMA. Abis itu ngobrol2 bebas deh sambil nyanyi.

Yap, yang awalnya kami kaku-kaku, ga bisa pada lemes, akhirnya kami jadi menyatu dengan mereka. Sebelum pulang kami foto-foto. Ada beberapa opa dan oma yang seperti nya sangat sedih karena kami pulang. Sampe mereka betah-betah aja difoto-foto berkali-kali.  Sungguh sangat tidak terduga… Mereka yang awalnya seperti ga peduli dengan kedatangan kami, menunjukkan rasa bahagia yang begitu besar sesaat kami akan pulang. Bahkan gw sendiri sampai harus ber-dadah-dadah-ria hingga almost lima kali sebelum gw memacu mio pulang.

Hal terakhir yang gua rasakan, saat itu, ya. Benar kata kakek gua dulu, mereka, para orang tua yang ditempatkan di panti-panti macam itu, umumnya kesepian, tidak punya teman, dan parahnya lagi, mereka udah ga punya harapan untuk hidup. Dan gw sangat senang, seriously, gw sangat seneng di bulan ramadhan ini cita-cita itu akhirnya terwujud, bersama deblogger. Sangat senang karena bisa berbagi bersama mereka, bisa memberikan sedikit  kebahagian di hari-hari mereka yang kelam, bisa bernyanyi, berdansa, berbincang, bersama mereka. Mungkin gw sedikit GR, tapi gw merasa dari senyuman mereka, dari hasrat mereka, dari semangat mereka, kalau mereka sebenarnya masih memiliki semangat itu. Mereka masih merindukan adanya keluarga di sekitar mereka. Adanya sentuhan hangat seorang anak, candaan manis seorang cucu, dan mungkin buaian lembut seorang istri, di samping mereka. Tapi, yang terjaid pada mereka justru sebaliknya . Mereka menghabiskan, mungkin sisa hidup mereka, di tempat yang kasarnya disebut Panti Jompo. Bersama kawan-kawan mereka yang seumuran, dan mungkin bernasip tak jauh beda dengan mereka.

Maka dari itu, kawan. Gw hanya ingin berbagi sedikit pikiran. Walaupun gua tahu bahwa di Al-quran disebutkan bahwa kita harus merawat anak yatim, tidak lah salah apabila kita sedikit dan mudah-mudahan banyak memperhatikan juga kaum lansia yang kurang beruntung seperti mereka. Mereka kurang perhatian guys. Most of them ga punya semangat hidup lagi loh. Seringkali mereka ga punya teman berbagi kan? Dan ga sedikit yang hatinya terluka karena dicampakkan keluarganya. Ya, gw ga menyalahkan kalian yang berkunjung ke Panti Asuhan dan tempat lain nya, gua cuma sedikit menyerukan, “Hey, tolong lihat juga para orang tua kita itu.”

Hik, sedih gua. Seriusan deh sedih. Tapi, gw ingin berterima kasih buat semua anggota deBlogger karena sudah mewujudkan mimpi sejak kecil ini. Terima kasih karena membahagiakan orang tua gw itu. Terima kasih. Terima kasih.

Advertisements

Tagged: ,

§ 42 Responses to deBlogger Berbagi di Bulan Suci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading deBlogger Berbagi di Bulan Suci at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: