2012..

November 19, 2009 § 17 Comments

Belum pernah terjadi sebelumnya sebuah angka menjadi begitu penting bagi seluruh peradaban, agama, ilmuwan dan pemerintahan. “2012” menampilkan gambaran akan datangnya hari kiamat dengan munculnya musibah-musibah besar di dunia dan kisah beberapa orang yang selamat dari musibah tersebut

Begitulah kira kira yang tertera di 21cineplex.com tentang film ini. Yap, lately Indonesia dan Dunia disuguhi salah satu film yang menuai banyak kontroversi, judulnya, 2012. Bercerita yang katanya didasari pada Kalender Suku Maya yang menurut perhitungannya akan berakhir pada tanggal 21-12-2012. Angka yang menarik bukan? Sebenernya kontroversi atau desas-desus the end of the world pada 2012 sudah berlangsung lama, 2 tahun yang lalu mungkin. Baru sekarang hollywood mengangkatnya ke layar lebar.

Efek Top, Cerita Dangkal!

Saya adalah satu di antara sedikit manusia yang berhasil mendapat kesempatan menyaksikan film ini di hari pertama pemutaran nya di bioskop. Film yang dibintangi oleh John Cusack, Chiwetel Ejiofor, Amanda Peet, Oliver Platt, Thandie Newton, Woody Harrelson ini memang berdurasi cukup panjang. 157 menit adalah jumlah yang cukup besar untuk sebuah film di bioskop yang umumnya hanya berdurasi tak sampai 100 menit. Disutradarai Roland Emmerich, yang klo ga salah juga sutradara the day after tomorrow, bisa dipastikan film ini bakal penuh dengan efek-efek maha mahal. Bener aja, selama 2,5 jam saya disuguhi berbagai macam efek seperti gunung meletus, bumi yang terbelah, california yang tenggelam ke dasar laut, dan tsunami di mana-mana. Dengan efek yang patut diacungi 4 jempol ini, cerita di dalamnya sangat mengecewakan. Cerita nya John Cusack cerai dengan istrinya, lalu istrinya menikah lagi dengan pria lain, and so on and so on. So boring. Saya dengan jelas menyatakan ini adalah film yang MENJUAL EFEK. Cerita di dalamnya kurang kuat, tidak seperti pendahulunya, Knowing. Yang saya nilai memiliki alur dan inti cerita yang memukau. Juga ditambah dengan kehebatan Hollywood membuat adegan-adegan lebay. Sumpah lebay banget. Kalau saja efeknya tidak sekeren kemarin, mungkin saya akan keluar bioskop dalam waktu hanya 20 menit. Rasanya ga perlu saya jelasin di sini adegan-adegan apa aja yang menurut saya lebay.

Marketing Hebat, Kontroversi pun Dimulai.

Adalah Hollywood yang dengan sigap nya mengangkat isu kiamat di tahun 2012 ke dalam sebuah film layar lebar. Sebuah film, dengan dasar desas-desus global, ditambah sedikit bumbu visual efek yang mahal, apalagi yang kurang? Yap. Good marketing. Gembar-gembor kan film ini tentang kiamat pada tahun 2012, kalender suku maya, 21-12-2012, ada nya segelintir orang yang selamat dari musibah tersebut, perfect! Saya sendiri adalah salah satu di antara banyak penonton yang termakan bualan marketing mereka. Mengapa saya katakan bualan? Mereka bilang film tersebut tentang kiamat? Okay, itu hak mereka. Tapi pendapat saya setelah menyaksikan film ini, ini bukan kiamat. Ini musibah, kelebihan nya hanya musibah nya dalam bentuk global. Hampir seluruh bumi terkena imbasnya.

Kacaunya, beberapa pihak terkena strategi marketing dedengkot-dedengkot Hollywood ini. Iya sih, siapa juga yang ga ngerespon kalo dibilang film ini soal KIAMAT tapi masih ada orang yang selamat,how come? Udah gitu dijelasin pula kiamat nya itu bakal terjadi tahun 2012.  Hebat bukan? Mencak-mencak lah petinggi MUI di Indonesia. Khususnya di Malang. Merembet lah ke orang-orang yang ramai dan berkomentar dan menghujat film ini. Yang ingin saya tanyakan, sudahkah anda menonton film ini? Atau anda hanya mendengar dan membaca soal film ini? Bila anda sudah menonton film ini, mungkin anda akan setuju dengan saya. Bukan kiamat yang diceritakan di film ini, atau, bila memang ingin menceritakan kiamat, Hollywood gagal. Esensi utama kiamat, atau kiamat kubra adalah berakhirnya bumi. Musnah. Hancur. Binasanya semua makhluk hidup di bumi tercinta ini. Tapi di film ini jelas-jelas masih ada segelintir orang yang bernapas. Bisa ga sih itu disebut kiamat kubra? Kalau kata saya sih ga bisa. Jadi menurut saya, soal kiamat di film ini adalah murni stimulan dari si marketing nya Hollywood. Supaya orang-orang penasaran, dan lalu timbul kontroversi, yang akan merebak, dan membuat makin banyak orang penasaran dengan apa yang ada di film ini, ujung-ujungnya mereka pergi ke bioskop untuk menonton film ini. Bukan begitu? Sungguh strategi yang sangat hebat. Dua jempol untuk Hollywood. Kemampuan memadu desas-desus akhir dunia, dengan bumbu kontroversi, menghasilkan uang. Lihat saja websitenya. http://www.whowillsurvive2012.com/ Terlihat bahwa film ini sangat well-prepared. Maksudnya? Yaa..sangat dipersiapkan segala tetek-bengek yang berhubungan dengan kiamat. Embel-embel nya. Bahkan ada kuis soal siapa yang bakal jadi pemimpin setelah ‘kiamat’ di tahun 2012. Haduh haduh. Dasar Hollywood.

Intinya yang mau saya bilang, mari sikapi film ini dengan bijak lah. Jangan keburu terpancing emosi ngeliat pembahasan-pembahasan di mana-mana soal film ini. Juga jangan jadi latah memaki dan menghujat ini film. Meskipun di balik film ini ada agenda khusus yaah who knows? Mari nikmati saja sebagai sebuah hiburan di akhir pekan. Tonton, ambil yang baik-baiknya. Lalu buang sisanya. Simple bukan?

Pada tahun 2012, tidak akan terjadi kiamat. Atau, setidaknya..Kita tidak tahu itu akan terjadi.

Advertisements

§ 17 Responses to 2012..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 2012.. at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: