1 Triliun, Tidaklah Cukup, Jenderal

July 18, 2011 § Leave a comment

Andaikan oleh presiden anda diberi tanggung jawab untuk membenahi sistem informasi nasional, dan negara menyediakan anggaran awal 1 triliyun : APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?

Menarik. 1 Triliun untuk membenahi sistem informasi nasional, yang, keadaannya seperti ini? Personally, saya akan berkata, tidak cukup. Loh iya, saya tahu 1 triliun itu berarti 1000 miliar, jumlah yang sangat besar, memang. Tapi rasanya masih belum cukup untuk mengubah sistem informasi yang sedemikian carut marut.

Tapi, kembali ke topik utama, apa yang akan Saya lakukan jika Saya diberi dana sebesar 1 triliun sebagai modal awal untuk membenahi sistem informasi nasional?

Pertama,

Saya akan gunakan perusahaan-perusahaan BUMN yg bergerak di bidang teknologi informasi yang sudah diprivatisasi dan dijual ke investor luar negeri. Akankah ini memperbaiki sistem informasi nasional ke depannya? Well, saya tidak bisa bilang pasti, namun, sejauh pemikiran saya, akan lebih baik jika perusahaan yang vital dalam sistem informasi nasional, dimiliki oleh negara. Pengambilan keputusan bisa didasari pada kepentingan masyarakat, dan juga demi memajukan sistem informasi nasional.

Memang, kualitas SDM kita jauh tertinggal daripada pihak luar. Mempercayakan perusahaan besar kepada sumber daya manusia yang masih dianggap kurang itu risky. Tapi bagaimanapun juga, saya yakin, rakyat Indonesia lebih tahu mana yang terbaik untuk bangsanya. 🙂

Kedua, pembenahan infrastruktur/hardware.

Tidak mungkin membicarakan sistem, tanpa berbicara tentang perangkat keras. Memegang peranan begitu penting pada kelancaran penyebaran informasi nasional, sudah sepantasnya infrastruktur sistem informasi di Indonesia diperbaiki, atau setidaknya di-upgrade lah.

Saya pribadi merasa bahwa infrastruktur yang ada saat ini sudah tertinggal, dan tidak patut digunakan saat ini. Banyak teknologi-teknologi yang muncul beberapa tahun terakhir, yang harus diimplementasikan di sistem informasi nasional hari ini (dan ya saat ini belum).

Buat Perangkat Lunak Sendiri

Setelah perangkat keras, tentunya pembaruan pada perangkat lunak juga menjadi keharusan. Tidak perlu membeli perangkat lunak dari luar negeri. Justru baiknya mulai gunakan produk buatan dalam negeri. Selain lebih murah, hal ini juga dapat memicu kreativitas dan produktivitas nasional. Percayalah, kualitas developer atau pengembang perangkat lunak Indonesia tidaklah kalah dengan para engineer perusahaan besar asing.

Lagipula, seperti yang saya bilang di atas, bukankah bangsa Indonesia yang paling tahu mana yang terbaik untuk bangsanya? Dengan mengalami masalah setiap harinya, mengetahui kekurangan dan kelebihan sistem yang menjadi konsumsi harian, akan lebih mudah menentukan mana-mana saja yang harus diperbaiki, dan ditingkatkan.

Melihat poin-poin di atas, menurut saya, 1 triliun tidak akan cukup. Menurutmu?

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 1 Triliun, Tidaklah Cukup, Jenderal at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: