Lulus, Jadi Apa?

July 29, 2011 § 2 Comments

Abis lulus, mau ngapain?

Pertanyaan klasik yang memang sering terlintas di pikiran. Dan sampai sekarang jawaban yang bisa keluar hanya retorika dan harapan sih. Karena toh itu mirip dengan pertanyaan, “Habis pulang kuliah mau ke mana?” Kita tahu rencana Kita. But we never really know what will happen next. Kuliah tambahan kadang muncul tiba-tiba. Eh? Back to the topic. Bagi setiap mahasiswa, kehidupan akan berubah 180 derajat sesaat setelah toga itu tersematkan di kepala. Beban kepada orang tua terlepas sudah, saatnya bertanggung jawab pada diri sendiri. Pertarungan idealisme dan realitas akan semakin getir. Bagi Saya, hanya ada satu pilihan setelah lulus nanti. Mandiri. Bukan berarti selama ini tidak, hanya belum sepenuhnya bisa mandiri. Jadi jawaban dari pertanyaan di atas adalah, saya mau mandiri.

Abis lulus, mau jadi apa? Jadi sarjana. Ya nggak sesimple itu lah ya. Maksud pertanyaan ini tentunya lebih rumit daripada itu. Jawabannya pun bisa serumit polemik pemblokiran situs 4shared.com oleh menkominfo akhir-akhir ini. Tapi mari dibuat sederhana. Sejauh saya membayangkan, ada dua pilihan yang mungkin tersedia nantinya. Bekerja di sebuah perusahaan, atau membuat sebuah perusahaan (apa itu istilahnya, entrepreneur?) Idealisme saya berkata, baiknya menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar kita. Iya, merintis mencoba menjadi seorang entrepreneur. Kenapa? Ada suatu quote yang mungkin sudah sering didengar tapi belum juga bisa diterapkan Indonesia hingga saat ini. David McClelland berpendapat,

”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya”.

Berapa jumlah entrepreneur di Indonesia saat ini? Konon hanya 0,18% saja. Untuk itulah saya ingin berbakti pada bangsa dan negara dengan menjadi bagian dari 2% pengusaha yang dibutuhkan negara tercinta kita ini. Muluk-muluk? Bisa jadi. Tapi mungkin terjadi. Orang bilang usia dini itu saatnya membangun idealisme yang kuat, membangun mimpi yang tinggi, namun juga berjuang meraihnya. Jadi saya pasang cita-cita itu setinggi mungkin. Saya ingin jadi entrepeneur, yang bergerak di bidang tech. Or, singkat kata, techpreneur.

Pastinya bukan jalan yang mudah. Paragraf sebelumnya murni idealisme saya berbicara. Realitanya? Sampai saat ini memang saya sudah mulai merintis sedikit-sedikit untuk sampai di sana. Tapi lalu muncul pernyataan,

“Cari pengalaman dulu, baru buat usaha sendiri.”

Jedar, nabrak deh tembok paling tebal. Mau bagaimana memulai usaha tapi pengalaman masih nol besar? Bagaimana bisa menghadapi masalah, jika berada di tengah-tengah masalah saja masih jarang? Dua pertanyaan besar itu, berusaha saya jawab dengan berusaha, dan mencoba. Setidaknya saya sudah mencoba maju satu langkah, walaupun di sana akan terhenti, saya bisa bilang, “At least i’ve tried, learn the lesson”. Intinya ya, jangan takut mencoba. Jangan takut gagal. I know gagal itu mudah diucapkan tapi begitu mengerikan jika dialami. Saya memang belum mengalami cukup banyak kegagalan, tapi saya pernah gagal. Dan kenapa harus malu? 🙂

Okay, sudah terlalu jauh melenceng nih. Intinya, salah satu cita-cita terbesar saya nantinya adalah menjadi seorang techpreneur. Mengapa? Karena menurut saya, Indonesia bisa kok jadi seperti Amerika. Banyak kok developer/techpreneur Indonesia yang bisa jadi sekelas Steve Jobs (founder Apple Inc.), Jerry Yang (co-founder Yahoo! Inc.), dan Mark Zuckerberg (founder Facebook). Intinya adalah kita harus berani, dan show up. Sebagus apapun diamond, jika tidak diasah, dan dipajang di etalase, siapa yang mau membeli? 🙂

So, techpreneur it is!

Advertisements

§ 2 Responses to Lulus, Jadi Apa?

  • huuaah.. ternyata nori nya abis pas lagi baca ini.. 😀
    techpreneur ya bung?
    istilahnya boleh juga buat masa depan
    cari pengalaman dulu baru usaha sendiri?
    tapi kalo nekad buka usaha tanpa pengalaman sama aja cari pengalaman
    yang ngeri itu bukan gagal, tapi sebagian besar orang-orang sukses yg di sebut di atas Jumped Out dari study nya setelah mereka tahu kalau usaha mereka GONE WELL
    NAH!! entah itu clue atau langkah sakti
    tapi kalo sukses memang ga kemana

  • sebenarnya sih ideally wlpn sudah sakses di usia dini, jangan keluar dari bangku sekolah. Kenapa? Karena konon katanya mindset dan basic knowledge kita tetap diasahnya ya di sekolah/kuliah. Logika, kemampuan nalar, dan memecahkan masalah juga konon bisa didapat dari ilmu yang didapat di pendidikan formal.

    dan jangan lupa, Kita hidup di Indonesia. Negara di mana ijazah masih sering menjadi segalanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Lulus, Jadi Apa? at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: