Teknologi Informasi, Esok.

July 29, 2011 § 2 Comments

Dunia teknologi informasi adalah salah satu dunia yang berputar begitu cepat. Baik bagi mereka developer dan orang yang bergerak di belakang sistem, atau bagi para end user, tidak ketinggalan para pebisnis yang berkecimpung di dunia ini. Fashion, seringkali dapat diprediksi. Namun IT, rasanya sulit.

Namun kali ini izinkan saya sedikit memprediksikan wajah dari dunia IT di masa depan. Beberapa poin yang akan jadi mainstream dan leader dari teknologi di masa yang akan datang. Di antaranya,

Less in your bag, more in your hand.

Perkembangan teknologi informasi ke depannya akan semakin merambah dunia mobile. Yes, mobile is the next big thing. Buat apa repot-repot lagi bawa laptop yang beratnya hampir 3KG, jika bisa digantikan dengan segenggam telepon seluler atau tablet yang berbobot seperempatnya? Semakin hari orang akan semakin mobile. Tentunya mereka menginginkan seluruh pekerjaan mereka dapat dikerjakan, melalui genggaman tangannya. Apalagi mereka yang tinggal di kota besar, yang lalu lintasnya begitu kacau. Mereka ingin bisa super multitasking, kapan pun, di mana pun.

Ponsel saat ini memang sudah begitu canggihnya. 5 tahun yang lalu, mana berani saya membayangkan dari segenggam ponsel bisa mengedit dokumen, lagu, bahkan video? It happens now. Lalu kenapa tidak dalam 5 tahun ke depan ponsel dapat, let say, mengontrol mobil, dari jarak jauh? Atau, retrieve data dari database, dan lalu memasukkannya ke suatu program yang langsung menggenerate dan menampilkan report berbentuk diagram.

Sebenarnya kepopuleran mobile phone ini sudah dapat dilihat sekarang. Saya pernah membaca data, bahwa 48% pengakses internet di Indonesia, adalah melalui telepon genggam. That’s a huge number. Bayangkan berapa banyak angka itu akan berubah, pada 2015. Pastinya akan melebihi 50%. Masih berpikir industri mobile tidak akan menjadi besar? Pikirlah dua kali.

Cloudism.

Sebuah konsep menghubungkan seluruh dunia pada satu jaringan, itu inti dari seluruh pelajaran dan mimpi dari teknologi informasi. Flashdisk, hard disk, dan storage offline lainnya mungkin akan sulit dijumpai 5 tahun ke depan. Buktinya? Mulai muncul fasilitas menyimpan/berbagi data baik peer-to-peer atau cloud-based. Untuk apa repot-repot menyimpan file di komputer yang notabene mudah rusak/hilang/mengalami gangguan, jika semuanya bisa disimpan di cloud dan diakses setiap saat?

Keuntungan lainnya dari cloud computing/cloud storage adalah, sync dengan pengguna lain akan jauh lebih mudah. Tidak perlu lagi menggunakan flash-disk yang rentan virus, colok sana, cabut sini, scan sana, scan sini. Cukup klik button share, it’s done. Simple, secure, and instant. Aren’t you gonna love it?

Namun, ada satu masalah besar pada implementasi cloud computing di negara kita tercinta ini. Seriously, koneksi internet kita jauh dari memadai untuk ada di era awan ini. Mau gimana bisa meng-edit dokumen dengan cepat, bila untuk unduh dokumen tersebut saja makan waktu 3 menit? Namun, mari berpikir positif jika Pak Tifatul dan proyek Palapa Ring nya berjalan lancar. Semoga beliau peduli pada kecepatan koneksi internet sebanyak peduli pada pornografi.

Connecting People.

Bukan, ini bukan tagline salah satu vendor ponsel besar asal Finlandia. We’re talking about the technology which connect people. Teknologi-teknologi yang nantinya muncul adalah teknologi yang bisa membuat kita semakin terhubung satu sama lain. The technology itself is getting more social each day.

Nantinya, teknologi-teknologi semacam messenger, social network, location-based app, akan makin banyak bermunculan. Manusia itu makhluk sosial. Manusia ingin selalu dekat dengan sesamanya. Teknologi pasti salah satu jembatannya. Dan tentunya salah satu killer machine nya.

Contoh sederhana, sekarang, video chat bukan hal yang canggih lagi. Tunggu 5 tahun ke depan. Mungkin video chat/call akan jauh lebih enhance dan futuristic dari yang ada sekarang. Let say, kita bisa

Intinya, jarak semakin tidak penting. Itu.

iLazy.

Jika dulu kita mendefinisikan sebuah teknologi itu canggih atau tidak, dari bagaimana ia dapat melakukan hal yang sebelumnya belum pernah kita bayangkan, sekarang tidak lagi. Sebuah teknologi dipandang canggih bila ia dapat melakukan hal yang kita inginkan.

Ke depannya, penemuan-penemuan teknologi baru akan lebih berkonsentrasi di, “Bagaimana ia bisa menggantikan kita melakukan…” bukan lagi, “Bagaimana ia bisa melakukan…. yang tidak pernah bisa kita lakukan.”

Bagaimana teknologi akan membuat kita semakin malas. Cukup dengan satu tombol, kita sudah bisa mandi, makan, menyiram rumput, mencuci mobil, dan berbelanja secara bersamaan. Multitasking, dan malas. Awesome.

4 poin saya rasa cukup menggambarkan. Kamu tidak setuju dengan pendapat saya? Monggo share di komentar 🙂

Advertisements

§ 2 Responses to Teknologi Informasi, Esok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Teknologi Informasi, Esok. at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: