Harry Potter And The Deathly Hallows, ends.

July 30, 2011 § 14 Comments

It all ended, last night.

Penantian 10 tahun akhirnya selesai sudah. Tadi malam, Saya berkesempatan untuk menyaksikan akhir dari cerita epic dan legendary yang tumbuh besar bersama Saya, Hermione. Eh, Harry Potter.

Penantian 10 tahun ini seakan diperparah dengan kondisi perfilman nasional yang acak adut akhir-akhir ini. Penunggakan pajak oleh salah satu importer film yang memonopoli industry ini membuat hampir mustahil bagi Saya untuk menyaksikan edisi terakhir dari rangkaian keajaiban sihir ini. Namun, entah-keajaiban-atau-politik-apa-yang-terjadi, akhirnya film-film besar Hollywood kembali dapat dinikmati di bioskop terdekat.

So, kembali ke Harry Potter And The Deathly Hallows part 2. Kamu sudah baca bukunya? Sudah nonton film pertama? Baiknya baca/tonton dulu sebelum Kamu pergi ke bioskop dan end up jadi rajin bertanya pada teman sebelah saat film diputer. “Eh ini Voldemort ya namanya?” “Kok idungnya nggak ada?” geez, seriously.

The second part is better than the first one. But not epic enough.

There I said it. Film yang kedua ini memang lebih bagus dan lebih keren daripada yang pertama. Lebih gelap, lebih spektakuler, efek yang digunakan pun jauh lebih memukau. Plot cerita tidak melenceng jauh dari novelnya. Bahkan cenderung sama persis. Satisfied. Yes I am. Ending yang disajikan David Yates ini memang memuaskan. Imajinasi Saya saat membaca novelnya cukup terwakili melalui film terakhirnya. Tapi, that’s it. It was awesome, but not awesome enough.

Beberapa scene favorit Saya di film ini, antar lain, Penyerangan Kastil Hogwarts oleh para Death Eater. Harry, Ron, dan Hermione, yang berhasil kabur dari bank-sihir dengan menaiki sebuah-makhluk-dunia-sihir dan, ah sudah cukup spoilernya.

Tapi, entah kenapa ada beberapa hal yang rasanya, kurang. Masih bisa di-explore dan dilebihkan. Seperti, scene saat Harry membaca memori Snape, scene saat salah seorang kakaknya Ron tewas, pertempuran terakhir Harry dan Voldemort dan, uhuk, adegan ciuman antara Ron dan Hermione. Masih ingat adegan ciuman Harry dengan Hermione di film sebelumnya? It was much better I think.  Emosi penonton pun sebenarnya masih bisa lebih dimainkan lewat beberapa scene di atas.  Seperti kehilangan beberapa killer scene karena pengungkapannya kurang dramatis dan melibatkan emosi. Di sini lah Saya sedikit kecewa.

Memang, sulit rasanya bila membandingkan imajinasi saat membaca novelnya dengan perwujudan asli dari sang Sutradara. Bayangkan, ada berapa puluh juta orang yang memiliki berpuluh juta imajinasi berbeda pada setiap detail kecil dari cerita ini. Someone once told me, “You can’t always please everyone.” Now that’s true. Thanks David Yates. Such a not-that-perfect ending for the 10 years journey. But it was awesome indeed.

Satu hal yang paling menarik, setelah balada Harry Potter ini selesai, adalah menyaksikan bagaimana Radcliffe, Watson, dan juga Grint bisa keluar dari karakter mereka di Harry Potter yang begitu melekat. It won’t be easy. Since semua orang di dunia sudah 10 tahun men-cap Daniel sebagai Harry, Emma sebagai Hermione, dan Rupert sebagai Ron. It must be interesting to see how they break Harry Potter’s spell in their own carrier.

So, untuk Kamu yang belum kesampaian nonton edisi final Harry Potter ini, bergegaslah. But, don’t expect too much. Our imagination is still the greatest director of our own Harry Potter, as always.

*mudah-mudahan dalam minggu ini Saya bisa menyaksikan versi 3D nya. Penasaran apa bedanya dengan 2D nya soalnya. (red, HP 7 Part 2 adalah film Harry Potter pertama yg menggunakan efek 3D).

Advertisements

Tagged: , , ,

§ 14 Responses to Harry Potter And The Deathly Hallows, ends.

  • indobrad says:

    OOT sedikit ya. Rupert Grint bermain keren di Wild Target, cuma aura Ron masih terasa di beberapa bagian, khususnya intonasi suara. hehehe. Check it out, kebetulan masih tayang di Blitz

  • botjor says:

    “uhuk, adegan ciuman antara Ron dan Hermione”

  • arikaka says:

    nonton kemaren jumat di botani, dari awal ampe akhir yang mengena cuma saat si harry masuk ke pikirannya snape. Berasa bangat pengorbanan yg si snape kasih buat Harry *buat Lily kalo bagi snape mah. Overall lumayan lah walau momen voldemort mati ga kerasa.

    • justru pas Harry baca memory nya Snape itu salah satu adegan yang kurang greget.

      waktu baca bukunya sampe mau nangis beneran bacanya, kmrn nonton filmnya cuma sedih doang.

      ya beda sih ya pasti

  • mirma yudha says:

    kurang.. entah kenapa mim malah ga terlalu menikmati film nya 😦
    kyanya banyak banget bagian yg harusnya lebih ok.
    voldemort gitu doank matinya ahahaha..
    tp ya sudahlah.. udah selesai juga 😛

  • Dito says:

    sepertinya klo semua imajinasi itu diwujudkan, durasi ngk bakalan cukup :p tp ending 19 tahun kemudiannya keren, bikin sedih. film ini berakhir. utk versi 3D, ngk terlalu direkomendasikan sih, karena ngk terlalu berasa. kecuali Transformer 3, wajib kudu nonton yang 3D 😀

  • scene Hermione pake baju Bellatrix ga demen ge? 😛
    dan every scene of wand’s war are just like star wars
    there’re like jedi with their light sabers
    that was what i thought when i saw it

  • Iman says:

    Harry Potter udah abis ya #sesenggukandipojokandapur

    Sejak buku ke-6 memang JK Rowling bener2 mengarahkan posisi Severus menjadi pihak yang seolah sangat jahat dan berpihak pada Voldie (red : panggilan sayang Voldemort), di buku ke-7 semua dijungkir-balikkan, bahwa ternyata Severuslah pelindung sejati Harry Potter sejak awal. Ini lumayan mampu digambarkan di film ke-2 ini.

    Ada 3-4 adegan yg begitu berkesan dan menyentuh buat saya, diantaranya adalah kematian Harry dan pensieve Snape.

    Terus terang saya belum bisa terima Harry Potter udah nggak ada lagi, lantas apalagi yang saya nantikan setiap tahun? apalagi gunanya saya hidup #eh #edisilebaykronis

    Keren Ge ulasannya, sudut pandangnya sangat “Gege”sekali 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Harry Potter And The Deathly Hallows, ends. at a ranger's daily life..

meta

%d bloggers like this: