“Never mind I’ll find, someone like you.”

March 6, 2012 § 1 Comment

2010. I remember the time when I was unboxing my first ever so-called smartphone. It was a blackberry 8250 (or 8520?) – whatever – which well known as Gemini. Yes that was kinda strange since I’m Scorpio….and Gemini…doesn’t sound so good huh.

Anyway, years gone by, so quickly. Until I realized that BlackBerry 8520 -whatever – wasn’t that good. In fact, it sucks. It has so little space of RAM. The processor wasn’t powerful enough. I hate the camera quality evenmore. The plastic case, just make it looks cheaper than ever.

2011. I decided to get a new BlackBerry. It was 9780. Its popular name was Onyx. My first day with my Onyx, was like, a day when I finally ride a Ninja, when I usually ride a Vespa. Satisfied.

When you finally got a better phone for your daily life, the first few weeks made you be in the stage 3, HoneyMoon (Strangers, Again.). Everything you do with it, just satisfying. You can’t take your eyes off from it. Every time you touch its keypad with your fingers, fingerasm. Every melodic that comes from it, sounds better than Adele’s.

End of 2011. A girl (phone, read.) whom i thought my last one, apparently just not that good enough. I came to the latest stage of a relationship. Yes, stage 5. Downhill. I lost the chemistry. I lost the sparks.

I came to a point when I assumed, there are so few things I can do with my Onyx. I usually use it for BBM (yes, of course), e-mails, twitter, YM, fullstop. That’s it. I need to explore more things (apps, read) on that so called mobile world.

The BBM also, (sometimes) made me sick. Most of all friends from my circles, are using it. And sometimes (again, sometimes) it can be so frustrating when bunch of people keep PING-ing you everyday (Is there anybody on the space agree with me on this?). If it’s important enough, you can just call me. Rather than keep send me thousands of those vibrations and red-colored-letters-that-looks-annoying.

I started, to ignore it. I started, to not reply some BBMs in my Onyx. It’s not about the people, it’s about the environment and the local wisdom. Another stage. Downhill.

End of February, 2012. I decided to, break up with her. Move on. I ditch my Onyx, and get a new phone. An iPhone 4. Who says you will never find someone like your ex? I did. In fact, it’s better. Me gusta.

Stage 3, all over again.

Gravity.

December 2, 2011 § Leave a comment

“Something always brings me back to you. And it never takes too long.”

Sara Bareilles, Gravity.

A Love from Wednesday.

December 1, 2011 § Leave a comment

Dear Tuesday,

I’m running to you.

I’m running as fast as i can.

I’m running ’till my lung’s out.

Dear Tuesday,

I’m close.

Close enough to feel you breath.

Close enough to feel your heart beats.

Close enough to wipe away your tears.

Dear Tuesday,

I’m here.

Here to bring you the brightest lights you’ve ever had.

Here to bring those beauty smile back.

Here to finally see your gorgeous eyes. Those angelic eyes.

Dear Tuesday,

I’m in love with you.

Don’t cry. This is love, not a sin.

I wish..

Sincerely, Wednesday.

 

Posting ini dibuat di sore hari, sambil dengerin lagu Turning Page. 

Jeux d’enfants

November 28, 2011 § 2 Comments

Sebelumnya izinkan saya berbahagia karena akhirnya punya postingan blog berbahasa Perancis. Ahem.

Setelah dua postingan sebelumnya berbau galau, kali ini saya akan coba netral sedikit.

Beberapa hari lalu, tiba-tiba muncul keinginan untuk menonton film yang, agak, cheesy. Mulailah mencari di hardisk external tempat seluruh koleksi film dan ‘film’¬†disimpan, tapi oh, lupa ternyata hardisk tempat tersimpannya 300 GB-an hidup saya sedang rusak. Ga kedetect, minta diformat. Saya pun termangu, bingung mood nonton film ini mau dibawa ke mana.. Sama seperti hubungan…..sudahlah.

« Read the rest of this entry »

Rindu Malam.

November 26, 2011 § 2 Comments

Sabtu ini sejak pagi hanya dihabiskan untuk berkencan dengan macbook. Kerjaan di pagi hari membuat lengket sekali rasanya dengannya.

Tapi saya benci siang. Terutama saat seperti ini. Saya rindu malam. Dengan bintangnya, suasananya, gemericik air yang terdengar samar namun jelas, dan sinar bulan yang memantulkan sisa mimpi matahari.

Saya rindu malam. Malam yang dilewati bersamamu, bulan.

Dear blog, I’m sorry.

November 23, 2011 § 2 Comments

Beberapa hari yang lalu, saya membaca salah satu blog teman saya. Blog tersebut, awalnya tidak terlihat spesial. Tampilan yang biasa saja, tidak langsung membuat mata saya terpatri padanya. Namun kemudian saya mulai membaca, satu per satu, isinya. Dan saya terkejut. Blog itu sangatlah indah. Di dalamnya, penuh emosi, perasaan, dan sentuhan lembut wanita. Sudah lama sejak terakhir saya membaca blog seperti itu. Sudah lama rasanya sejak terakhir kali saya tersentuh seperti ini.

“Blog gw ga ada emosinya, sama sekali.”

Pikiran ini lantas terlintas. Blog pribadi ini, sungguh kehilangan sentuhan hati. Sudah jarang diupdate, sekalinya diupdate, tidak menceritakan pernik-pernik dari hati. Saya menggunakan blog ini sebagai mesin. Bukan sebagai teman. Saya menggunakan blog ini sebagai buku tulis, bukan diary. Ia bagaikan robot, tidak memiliki emosi, tidak menggambarkan kehidupan seorang remaja 21 tahun ini.

“Kehilangan cara untuk berekspresi”

Saya memang menutup diri, beberapa tahun belakangan. Tidak mengumbar kehidupan pribadi, emosi sesaat, dan masalah yang dihadapi. Apa namanya? Oh iya, pencitraan. Mungkin saya melakukan itu semua. Saya ingin menjadi pribadi yang senang, gembira, dan selalu tertawa. Karena saya yakin itulah yang dibutuhkan teman, keluarga, dan lingkungan saya. Mereka butuh senyuman. Mereka butuh energi positif. Itulah kenapa saya tidak pernah berkeluh kesah. Mungkin pernah, tapi sangat jarang.

Tapi malam ini semua kepingan-kepingan itu menumpuk. Masalah yang sedang dihadapi ini, terlalu sulit untuk saya simpan sendiri. Mungkin bagi sebagian orang, ini masalah kecil. Masalah yang biasa mereka hadapi sehari-hari. Tapi saya bukan mereka. Saya (ternyata) tidak setegar itu. saya (ternyata) tidak sedewasa itu. Dan Saya (ternyata) masih butuh kamu, blog.

Dear blog, I’m sorry. I’ve faked it.

Hey you, who made such a sweet blog, thank you.

Bersenang-senang dengan #instaprol

October 20, 2011 § 5 Comments

Apa yang terlintas di pikiran kamu begitu pertama mendengar #instaprol? Instagram dan Koprol? Well, it might be true. #instaprol adalah sebuah cara teman-teman Koprollers bersenang-senang dengan foto, mengeditnya, dan lalu seketika mengunggahnya ke Koprol. Iya, sesimpel itu.

such a hot day.

Sedikit flashback ke belakang, #instaprol muncul dari antusiasme beberapa teman koprollers yang hadir ke @ngorekID pertama yang memang membahas aplikasi fotografi pada ponsel. Seakan belum cukup menghabiskan 2 jam berbagi pengalaman foto-foto menggunakan ponsel, mereka langsung mengaplikasikannya di, Koprol.

Sepanjang pengamatan gw, #instaprol ini tidaklah terbatas pada iOS dan Android device saja. Gw sendiri sudah beberapa kali posting foto yang diambil dan diedit melalui Blackberry (photostudio). Tidak jarang juga ada yang menggunakan ponsel biasa dan mengeditnya menggunakan Photoshop. Well, bermainlah dengan kreatifitas kamu. Tidak ada batasan aplikasi dan device tertentu di #instaprol. « Read the rest of this entry »